HUKUM SHOLAT BAGI ORANG YANG MUDAH BUANG AIR KECIL

☝️KONSULTASI – HUKUM SHOLAT BAGI ORANG YANG MUDAH BUANG AIR KECIL 🤔
.
📝Pertanyaan: Bagaimana cara mengatasi was-was setan ketika buang air kecil dan hendak menunaikan shalat?
.
✏️Jawaban: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Seorang yang berhadats shalatnya tidak diterima hingga berwudhu.” 📚 (HR. Bukhori).
.
👉🏻 Tapi jika sekedar was-was atau ragu-ragu keluar atau tidak atau hanya perasaan yang tidak ada buktinya maka hal tersebut tidak membatalkan wudhu dan tidak membatalkan shalat, karena hal tersebut merupakan was-was dari setan.
.
☝🏼Kondisi semacam ini termasuk was-was yang merupakan godaan setan untuk membingungkan orang yang beribadah. Tujuannya, agar orang tersebut merasa berat dalam beribadah, sehingga menjadi malas dalam beribadah. Mengingat was-was adalah tipuan setan, maka jangan dituruti, jangan dihiraukan, dan tetap yakin bahwa wudhu Anda tidaklah batal. Semakin dituruti, akan menimbulkan was-was yang lebih besar lagi. Karena itu, banyaklah berlindung kepada Allah dari godaan setan.
.
🍃 Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda; “Jika kalian merasakan ada sesuatu di perutnya tapi masih meragukan apakah ada sesuatu yang keluar ataukah tidak maka janganlah meninggalkan masjid (shalat) sehingga mendengar suara atau mencium baunya.” 📚 (HR. Muslim No. 805)
.
☝🏼 Oleh karenanya Jibril mengajarkan tata cara wudhu kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam untuk mengatasi hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan Daruquthni; Dari Zaid bin Haritsah, bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda; Jibril mendatangi beliau pada awal masa beliau mendapat wahyu. Kemudian, Jibril mengajarkan wudhu dan shalat. Setelah selesai wudhu, beliau mengambil satu cakupan air dan menyiramkannya ke kemaluannya.”
.
🔍Sebagian ulama menjelaskan; Dengan cara ini, jika engkau merasa meneteskan air kencing maka yakinlah bahwa yang menetes itu bukan kencing, tetapi air yang tadi disiramkan.”
.
🔍Dalam Majmu’ Fatawa wa Maqalah Mutanawiah juga dijelaskan “Hal ini bisa terjadi karena was-was atau ragu-ragu, ini datang dari setan tapi kadang kala memang benar-benar terjadi. Jika benar-benar terjadi, maka jangan terburu-buru hingga selesai kencing, setelah itu lalu membasuh kemaluan dengan air dan ini sudah cukup. Jika dikhawatirkan keluar lagi, setelah wudhu hendaknya menyiramkan air di sekeliling kemaluan, selanjutnya jika terasa ada sesuatu yang keluar setelah itu supaya dipahami bahwa yang keluar adalah sisa air yang disiramkan tadi.
.
🔍Terdapat dalil dari Hadits, hendaknya kita meninggalkan was-was setan. Seorang mukmin tidak perlu memperhatikan was-was setan ini, karena begitulah pekerjaan setan, selalu berusaha merusak ibadah manusia, baik ketika shalat atau ibadah yang lain.”
.
📝 Dijawab Oleh : Tim Lajnah Ilmiyah Fajri FM 💐💐💐
.
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📲Yuk Bantu Share pesan ini, semoga menjadi amal jariyah yang tidak akan terputus pahalanya…
.
*Konfirm dan Info Selengkapnya* :
💻Peduli.fajrifm.com
📩WA : 0852 1820 8707
📱BBM : 5E83BB05
.
*Artikel, Info Kajian dan Kegiatan Fajri lainnya* , Join:
▶️Telegram Channel : t.me/pedulifajrifm
📸 Instagram : instagram.com/pedulifajrifm/
💻Klik : @pedulifajrifm
.
*Video Dakwah Ringkas* lainnya:
⏸Subcribe : bit.ly/videoislam
_
Donasi Dakwah Fajri FM:
🏧 BSM: 7068-790-268 (Tersedia no.rek. lainnya)
A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani
🔰 *Tambahkan Rp.88, jika anda mendukung prog. Dakwah via medsos. Misal Rp. 50.088*