HUKUM MEMANFAATKAN BARANG GADAI

☝️KONSULTASI – HUKUM MEMANFAATKAN BARANG GADAI 🤔
.
📝Pertanyaan: bagaimanakah hukum memanfaatkan barang gadai?
.
✏️Jawaban: Pada edisi sebelumnya, kami telah membahas hukum gadai dalam islam. Adapun kali ini, kita akan bahas bersama tentang hukum memanfaatkan barang gadai-an oleh orang yang menghutangi.
.
🍃Terkait hal ini As-Syaikh Sayid Sabiq rohimahulloh dalam Kitab Fiqh Sunnah nya mengatakan,
.
عقد الرهن عقد يقصد به الاستيثاق وضمان الدين وليس المقصود منه الاستثمار والربح، وما دام ذلك كذلك فإنه لا يحل للمرتهن أن ينتفع بالعين المرهونة، ولو أذن له الراهن، لانه قرض جر نفعا، وكل قرض جر نفعا فهو ربا
.
Akad rahn (Gadai) adalah akad yang tujuannya untuk menjamin kepercayaan dan jaminan utang. dan bukan untuk dikembangkan atau diambil keuntungan. Jika seperti itu aturannya, maka tidak halal bagi murtahin(Orang yang menerima gadai) untuk memanfaatkan barang yang digadaikan, meskipun diizinkan oleh rahin (Orang yang memberikan Gadai). Karena berarti utang yang memberikan adanya keuntungan. Dan semua utang yang memberikan keuntungan, statusnya riba.📚 (Fiqh Sunah, 3/156).
.
☝🏼Jadi jelaslah memanfaatkan atau menggunakan barang gadai oleh si pemberi pinjaman/hutang diharamkan dalam islam.
.
🤔 Namun, jika barang gadai itu butuh biaya perawatan yang harus dikeluarkan oleh si pemberi pinjaman, maka ia boleh (tidak wajib) memanfaatkannya hanya seharga biaya perawatan yang dikeluarkan.
.
☝🏼 Hal ini sebagaimana dijelaskan lebih lanjut Dalam Fiqh Sunah,
.
فإن كان دابة أو بهيمة فله أن ينتفع بها نظير النفقة عليها فإن قام بالنفقة عليها كان له حق الانتفاع، فيركب ما أعد للركوب كالابل والخيل والبغال ونحوها ويحمل عليها، ويأخذ لبن البهيمة كالبقر والغنم ونحوها
.
“Jika barang gadai berupa hewan tunggangan atau binatang ternak, maka murtahin boleh memanfaatkannya sebagai ganti dari biaya yang dia keluarkan untuk itu. Orang yang menanggung biaya, dia berhak untuk memanfaatkan barang itu. Dia boleh menaikinya jika itu hewan tunggangan seperti kuda, onta, atau bighal. Dan boleh dipakai untuk mengangkut barang. Dia juga boleh mengambil susunya jika hewannya bisa diperah, seperti kambing atau sapi. 📚 (Fiqh Sunah, 3/157)
.
👉🏻 Hal Ini berbeda dengan pendapat mayoritas ulama yang melarang sama sekali pemanfaatan barang gadai oleh murtahin.
.
Namun pendapat hambali dalam hal ini lebih kuat, mengingat hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
لَبَنُ الدَّرِّ يُحْلَبُ بِنَفَقَتِهِ إِذَا كَانَ مَرْهُونًا وَالظَّهْرُ يُرْكَبُ بِنَفَقَتِهِ إِذَا كَانَ مَرْهُونًا وَعَلَى الَّذِى يَرْكَبُ وَيَحْلِبُ النَّفَقَةُ
.
“Susu hewan perah bisa diperah sebagai ganti biaya perawatan ketika dia digadaikan. Punggung hewan tunggangan boleh dinaiki sebagai ganti biaya perawatan ketika dia digadaikan. Kewajiban bagi yang menunggangi dan yang memerah susunya untuk merawatnya.” 📚 (HR. Abu Daud 3528 dan dishahihkan al-Albani).
.
Wallohu a’lam
.
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📲Yuk Bantu Share pesan ini, semoga menjadi amal jariyah yang tidak akan terputus pahalanya…
.
*Konfirm dan Info Selengkapnya* :
💻Peduli.fajrifm.com
📩WA : 0852 1820 8707
📱BBM : 5E83BB05
.
*Artikel, Info Kajian dan Kegiatan Fajri lainnya* , Join:
▶️Telegram Channel : t.me/pedulifajrifm
📸 Instagram : instagram.com/pedulifajrifm/
💻Klik : @pedulifajrifm
.
*Video Dakwah Ringkas* lainnya:
⏸Subcribe : bit.ly/videoislam
_
Donasi Dakwah Fajri FM:
🏧 BSM: 7068-790-268 (Tersedia no.rek. lainnya)
A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani
🔰 *Tambahkan Rp.88, jika anda mendukung prog. Dakwah via medsos. Misal Rp. 50.088*