Merayakan “Tahun Baru-an” dalam Islam

🔕 Merayakan “Tahun Baru-an” dalam Islam 🤔
.
🎉 Hari raya dalam bahasa arab di sebut ‘Ied. Kalimah ‘Id (Bukan Aid) ialah kalimah bahasa Arab yang bermakna perayaan atau hari besar yang dirayakan secara berulang, baik itu per tahun, bulan atau per pekan.
.
🎉 Dalam islam, kita hanya diperkenankan melaksanakan hari raya pekanan pada hari jum’at dan hari raya tahunan pada saat idul fithri dan idul adha.
.
🎉 Sebab melaksanakan “hari raya” ini juga merupakan bagian dari ibadah/tauqifi (harus berlandaskan dalil), karena Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam membatasi hanya ada dua hari raya dalam sau tahun, dan hal ini berdasarkan wahyu.
.
عن أَنَسِ بْنَ مَالِكِ رضي اللَّه عنه قال : قَدِمَ سَمِعَ رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم الْمَدِينَةَ وَلَهُم يَومَانِ يَلعَبُونَ فيهِمَا، فَقَالَ رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم : مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ؟، قالُوا : كُنَّا نَلْعَبُ فِيْهِمَا فِي الجَاهِلِيَّةِ، قال: إِنَّ اللَّهَ عَزَّوَجَلَّ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا : يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ
.
🕋 Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata : (Saat) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah dan penduduknya memiliki dua hari di mana mereka bermain di dalamnya. Maka beliau bertanya : Apakah dua hari ini? Mereka menjawab : Dahulu kami biasa bermain di dua hari ini semasa jahiliyah. Beliau pun bersabda : Sungguh Allah telah menggantinya dengan dua hari yang lebih baik, yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. [HR Abu Dawud no. 1134 dihukumi shahih oleh Al-Albani].
.
🏷 Maka, sebagai bentuk pengamalan dari hadits ini, pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi awal umat Islam (begitu pula kita selaku ummat islam saat ini) tidak dikenal ada perayaan apapun selain dua hari raya ini (Idul Fitri dan Idul Adha).
.
🏷 Jadi bagi kita selaku ummat islam, hanya mengenal dan diperkenankan melaksanakan hari raya iedul fithri dan Iedul Adha sebagai hari raya tahunan (yg dirayakan setiap tahun secara berulang). sedangkan hari raya lain, spt hari ibu, ayah, anak, kelahiran, tahun baru dsb tidak diperkenankan untuk dilaksanakan. wallohu a’lam.
.
🏷 Fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid rahimahumallah berkata Tidak boleh bagi kaum Muslimin saling memberikan ucapan selamat tahun baru masehi,sebagaimana tidak boleh bagi mereka merayakannya (tidak boleh mengadakan perayaan tahun baru masehi),karena kedua perbuatan tersebut termasuk bentuk tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir, sedangkan kita dilarang melakukan hal itu.
.
🏷 Kemudian,sesungguhnya memberikan ucapan selamat yang terkait dengan suatu hari yang berulang tiap tahunnya, (hakekatnya) termasuk dalam makna merayakannya dan mengambil hari itu sebagai hari raya,hal inipun juga terlarang. Wallahu a’lam.😊
.
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📲Yuk Bantu Share pesan ini, semoga menjadi amal jariyah yang tidak akan terputus pahalanya…
.
*Konfirm dan Info Selengkapnya* :
💻Peduli.fajrifm.com
📩WA : 0852 1820 8707
📱BBM : 5E83BB05
.
*Artikel, Info Kajian dan Kegiatan Fajri lainnya* , Join:
▶️Telegram Channel : t.me/pedulifajrifm
📸 Instagram : instagram.com/pedulifajrifm/
💻Klik : @pedulifajrifm
.
*Video Dakwah Ringkas* lainnya:
⏸Subcribe : bit.ly/videoislam
_
Donasi Dakwah Fajri FM:
🏧 BSM: 7068-790-268 (Tersedia no.rek. lainnya)
A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani
🔰 *Tambahkan Rp.88, jika anda mendukung prog. Dakwah via medsos. Misal Rp. 50.088*