CARA TAUBAT NASUHA SEORANG PENCURI

☝️KONSULTASI – CARA TAUBAT NASUHA SEORANG PENCURI🤔
.
📝Pertanyaan: Bagaimanakah tata cara bertaubat bagi seorang pencuri dengan taubatan nasuha?
.
✏️Jawaban:
1️⃣ yang harus ia lakukan adalah bersyukur kepada Allah karena telah memberinya hidayah menuju jalan taubat, sebab berapa banyak orang yang mencuri namun ia terus menikmati harta haram tersebut dan tidak diberikan jalan taubat oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
.
2️⃣ tentu saja ia harus segera bertaubat dengan taubatan Nasuha, yakni dengan cara:
.
🔎Mengakui dosanya dan banyak beristighfar, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam kepada A’isyah dalam kisahFitnatul Ifki:
.
“Beristighfarlah kepada Allah dan bertaubatlah kepadaNya. Karena seorang hamba bila mengakui dosanya kemudian bertaubat kepada Allah niscaya Allah akan menerima taubatnya.” 📚(HR Al Bukhari).
.
🔎Menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukannya.
Tidak terwujud taubat kecuali dari penyesalan, sebab tidak menyesali perbuatannya adalah dalil keridhoan terhadap kemaksiatan tersebut, seperti disabdakan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
.
النَّدَمُ تَوْبَةٌ
.
“Penyesalan adalah taubat.”
.
🔎 Berlepas dan meninggalkan perbuatan dosa tersebut, Dalilnya adalah firman Allah:
.
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui.” 📚(Qs. Al Imran:135)
.
🍃 Al Fudhail bin Iyaadh menyatakan: “Istighfar tanpa meninggalkan kemaksiatan adalah taubat para pendusta.”
.
🔎 Berazzam dan bertekad tidak akan mengulanginya di masa yang akan datang.
Khusus yang berhubungan dengan orang lain, seperti yang anda tanyakan, maka ada tambahan berlepas dari hak saudaranya
Apabila itu berupa harta atau sejenisnya, dicuri hartanya misalnya, maka wajib bagi sang pencuri untuk mengembalikan harta yang dicurinya itu atau jika barang yang dicuri itu sudah tidak ada maka diganti dengan benda yang serupa atau dengan nominal uang yang seharga dengan benda yang dicuri tersebut.
.
🍃 Bahkan Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, ‘Jika dia (sang pencuri) tidak mengetahui keberadaan pemilik harta dan dia sudah putus asa untuk bisa melacaknya maka harta curian tersebut atau uang senilai harta curian tersebut disedekahkan kepada fakir miskin atas nama pemilik harta.
.
🔎 Jika pada akhirnya, pemilik harta bisa dilacak keberadaannya maka mantan pencuri tadi wajib menceritakan perbuatan yang telah dia lakukan. Jika pemilik harta rela dengan sedekah maka itulah yang diharapkan (dan pahala sedekahnya untuk yang dicuri). Namun, jika ternyata dia (yang dicuri) tidak setuju dengan sedekah dan tetap meminta uangnya maka mantan pencuri wajib mengganti harta yang telah disedekahkan (baik dengan barang yang serupa atau dengan uang senilai barang yang dicuri) sedangkan pahala harta yang telah terlanjur disedekahkan itu menjadi milik orang yang bersedekah (sang mantan pencuri). Di samping itu, mantan pencuri ini wajib memohon ampunan kepada Allah serta bertobat dan mendoakan kebaikan untuk pemilik harta yang dulu pernah dia curi.’ 📚(Fatawa Islamiyyah, juz 4, hlm. 165)
.
Wallahu a’lam… 😊
.
Dijawab oleh “Tim Lajnah Ilmiah Radio Fajri” 💐💐💐
.
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
📲Yuk Bantu Share pesan ini, semoga menjadi amal jariyah yang tidak akan terputus pahalanya…
.
*Konfirm dan Info Selengkapnya* :
💻Peduli.fajrifm.com
📩WA : 0852 1820 8707
📱BBM : 5E83BB05
.
*Artikel, Info Kajian dan Kegiatan Fajri lainnya* , Join:
▶️Telegram Channel : t.me/pedulifajrifm
📸 Instagram : instagram.com/pedulifajrifm/
💻Klik : @pedulifajrifm
.
*Video Dakwah Ringkas* lainnya:
⏸Subcribe : bit.ly/videoislam
_
Donasi Dakwah Fajri FM:
🏧 BSM: 7068-790-268 (Tersedia no.rek. lainnya)
A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani
🔰 *Tambahkan Rp.88, jika anda mendukung prog. Dakwah via medsos. Misal Rp. 50.088*