BELAJAR ISLAM SENDIRI, BERARTI BERGURU DENGAN SETAN, BAGAIMANA DENGAN RADIO?

☝️KONSULTASI – BELAJAR ISLAM SENDIRI, BERARTI BERGURU DENGAN SETAN, BAGAIMANA DENGAN RADIO?
.
Pertanyaan: Benarkah apabila kita hanya belajar agama secara sendiri berarti kita belajar dengan setan? Bagaimana jika belajarnya dari radio?
.
✏️Jawaban: Ketua majelis fatwa kerajaan saudi, Asy-Syaikh Ibnu Baaz rohimahulloh, pernah mengomentari perkataan tersebut sebagai berikut:
.
“Adapun perkataan mereka : ‘barangsiapa yang tidak punya guru (syaikh), maka gurunya adalah setan’; maka perkataan ini adalah bathil. Tidak ada asalnya. Bukan pula hadits. Tidak boleh bagimu untuk mengikuti jalan seorang syaikh apabila ia menyelisihi syari’at. Bahkan wajib bagimu untuk mengikuti Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, para shahabatnya radhiallahu ‘anhum, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dalam shalatmu, doamu, dan seluruh keadaanmu.”
.
Perkataan tersebut sebenarnya lebih dilatarbelakangi agar orang memegang dan menyandarkan ilmu pada orang-orang tertentu dan berfanatik kepadanya. Bukan dilatarbelakangi oleh dorongan dan anjuran untuk menuntut ilmu. Itulah yang dimaksud oleh Syaikh Ibnu Baaz rohimahulloh.
.
di era globalisasi ini ada banyak sarana yang memudahkan kita untuk bisa menimba ilmu, diantaranya melalui internet. Kita bisa membaca dan memperoleh ilmu yang dituliskan dan ditayangkan di internet oleh para ulama melalui murid-muridnya. Namun internet dan juga sarana-sarana seperti buku, kaset, CD dan lain sebagainya hanya sebagai sarana atau alat pembantu kita dalam menuntut ilmu agama, bukan kita jadikan sebagai satu-satunya guru. Jika sarana-sarana tersebut kita jadikan sebagai guru utama dalam menuntut dan menimba ilmu, maka sangat mungkin kita akan mendapatkan banyak kekeliruan.
.
Namun kalau kita bisa memanfaatkannya dengan baik dan benar maka radio, buku, internet dan sarana-sarana lainnya, bisa kita jadikan sebagai salah satu sarana penunjang menambah ilmu dan sarana dalam menyebarkan dakwah, pengajaran dan informasi yang baik. Kesimpulannya, memperoleh ilmu itu bisa dilakukan secara langsung melalui guru dan juga cara tidak langsung, seperti melalui buku, radio dan lainnya. Allahu a’lam bishshawab.
.
Dijawab oleh “Tim Lajnah Ilmiah Radio Fajri”
.
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
Yuk Bantu Share pesan ini, semoga menjadi amal jariyah yang tidak akan terputus pahalanya…
.
*Konfirm dan Info Selengkapnya* :
Peduli.fajrifm.com
WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05
.
*Artikel, Info Kajian dan Kegiatan Fajri lainnya* , Join:
▶️Telegram Channel : t.me/pedulifajrifm
Instagram : instagram.com/pedulifajrifm/
Klik : @pedulifajrifm
.
*Video Dakwah Ringkas* lainnya:
⏸Subcribe : bit.ly/videoislam
_
Donasi Dakwah Fajri FM:
BSM: 7068-790-268 (Tersedia no.rek. lainnya)
A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani
*Tambahkan Rp.88, jika anda mendukung prog. Dakwah via medsos. Misal Rp. 50.088*